Tampilkan postingan dengan label it. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label it. Tampilkan semua postingan

Cara mengatasi penyimpanan flashdisk berkurang

Hitman Network
Mungkin ada yang pernah mengalami masalah berkurangnya kapasitas flashdisk atau penyimpanan flashdisk yang teman-teman miliki, yang dulunya 8GB menjadi 1GB. walapun sudah diformat beberapa kali tetap saja kapasitasnya tidak berubah kembali seperti semula, oleh itu kebanyakan orang lebih memilih membeli flashdisk yang baru, yaa sayang banget sih duit keluar lagi buat beli yang baru.

Oke gausah banyak basa basi.. pada tutorial kali ini, kita akan membahas bagaimana cara mengatasi masalah kapasitas flashdisk berkurang. simak baik baik gan.

  1. Tekan windows + R lalu ketik diskpart

  2. Setelah terbuka maka seperti inilah tampilannya.


  3. kemudian ketik list disk untuk melihat list atau daftar disk pada pc/laptop kita.
    sebagai contoh pada gambar, untuk Disk 0 saya adalah hardisk internal laptop saya yang ukurannya 500GB, dan untuk Disk 1 saya adalah flashdisk saya yang ukurannya 7400MB (1GB lah initinya).

  4. Sekarang kita pilih disk flashdisknya, misalnya pada kasus ini disk flashdisk saya berada di Disk 1. ketik select disk 1 untuk memilih disk 1.

  5. kita kembali lagi ketik list disk untuk melihat listntya, apakah disknya sudah kita pilih atau belum. akan ada tanga bintang * pada disk yang kita pilih sebelumnya

  6. langkah selanjutnya, ketik clean

  7. setelah itu, ketik create partition PRIMARY
  8. jika sudah semua, selanjutnya kita akan melakukan format pada flashdisk kita, double klik aja pada flashdisknya, nanti akan muncul pilihan apakah anda ingin memformatnya. pilih saja format dan lakukan format flashdisk seperti biasa.



gambar hasil



Itulah tutorial cara mengatasi flashdisk yang kapasitasnya berkurang *-*
Selamat mencoba dan semoga berhasil ^^
Sekian.

Batch Program Part 1 - (Pengertian Batch Program)

kecoakedinginan


Apakah anda pernah melihat suatu file dengan ekstensi ".bat" pada saat menelusuri windows explorer? Nah itu adalah salah satu batch file pada sistem operasi windows.

Batch file atau bisa juga disebut Batch program atau script adalah file teks yang berisi serangkaian perintah yang dimaksudkan untuk dieksekusi oleh command interpreter, command interpreter sendiri adalah sebuah program komputer yang membaca baris teks yang dimasukkan oleh user dan menafsirkan baris dan teks tadi dalam konteks yang diberikan sistem operasi atau bahasa pemrograman.  Secara sederhana dapat dikatakan bahwa Batch File mempermudah pekerjaan yang memburuhkan pengulangan atau rutinitas tertentu dengan memungkinkan user membuat batch script untuk mengotomatisasi banyak perintah. 
Ketika batch file dijalankan, shell program atau biasanya disebut dengan cmd (command prompt) membaca file dan mengeksekusi perintahnya, biasanya baris per baris.

Selain itu, batch file berguna untuk menjalankan urutan executable secara otomatis dan sering digunakan untuk mengotomatisasi proses berulang-ulang. Kita  dapat memasukkan perintah-perintah tertentu, seperti for, goto, dan if, memungkinkan kita untuk melakukan pemrosesan bersyarat dari perintah dalam batch file. Sebagai contoh, perintah if melakukan perintah berdasarkan hasil kondisi atau kurang lebih sama dengan perintah if pada bahasa pemrograman pascal .







Sebagai contoh diatas, diakhir nama file diakhiri dengan ekstensi ".bat" yang artinya file tersebut adalah sebuah file Batch. Pada windows 7 hanya mengakui extensi .bat. Pada keluarga windows NT batch file yang bisa digunakan adalah yang ber-extensi .cmd dan .bat .


Itulah sedikit penjelasan mengenai Batch Program. Untuk materi selanjutnya akan saya jelaskan bagaimana cara membuat file batch, itu akan saya jelaskan di postingan berikutnya.

Pengertian, cara kerja, dan manfaat VPN

kecoakedinginan


Pengertian

VPN (Virtual Private Network) merupakan suatu koneksi antara satu jaringan dengan jaringan lain secara private atau pribadi melalui jaringan Internet (publik).

Cara kerja VPN




Sebuah VPN membuat tunnel aman menggunakan protokol VPN yang paling kuat - menyembunyikan IP asli anda di balik salah satu IP itu sendiri - mengenkripsi semua komunikasi anda dan melewati tunnel yang aman yang memungkinkan anda untuk menjelajahi web secara bebas dan secara anonim.


Manfaat VPN



Remote Access : Maksudnya dengan menggunakan VPN kita bisa mengakses komputer ataupun jaringan kantor, dari mana saja selama terhubung ke jaringan internet atau publik.
Keamanan : dengan menggunakan koneksi VPN kita bisa browsing, searching dengan aman saat mengakses dunia maya atau jaringan internet publik misalnya seperti hotspot atau internet yang ada di cafe-cafe.
Dapat menghemat biaya setup jaringan : VPN juga dapat dipakai sebagai cara alternatif untuk menghubungkan jaringan lokal yang cukup luas dengan biaya yang lebih rendah. Karena transmisi data yang digunakan pada VPN memakai media jaringan internet atau jaringan publik yang sebelumnya telah ada tanpa perlu membangun jaringan sendiri.


sumber:

IP Address (Internet Protocol Address)

kecoakedinginan

Apa itu IP Address?

IP Address (Internet Protocol Address) adalah alamat jaringan atau identitas numerik yand diberikan kepada komputer satu dengan komputer lainnya agar dapat saling berkomunikasi atau berbagi data.

Alamat atau identitas tersebut berupa nomor yang terdiri dari 4 oktet bilangan desimal yang nilainya terbatas dari angka 0 sampai 255.

Apa saja versi dari IP Address?

IP Address terbagi dua versi, yaitu versi IPv4 dan IPv6.
IPv4 (Internet Protocol versi 4) adalah jenis jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP / IP menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit dan secara teoritis dapat mengatasi hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host diperoleh dari 256 (diperoleh dari 8 bit) dipangkat 4 (karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamat IP versi 4 adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256 = 4.294.967.296  host, ketika host yang ada di seluruh dunia melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6.
Contoh IPv4  adalah 192.168.1.1.

IPv6 (Internet Protocol versi 6) adalah Internet protocol yang akan menggantikan versi  protokol Internet saat ini, yaitu IPv4 (Internet Protokol Versi 4)  digunakan hampir 2 dekade. Alasan utama upgrading ke Internet Protokol versi 6 adalah karena masalah IP Adress. Menurut InterNIC mereka sudah habis alamat IP di kelas a dan kelas b dan sekarang ke kelas C. Mereka tidak punya  pilihan lain kecuali meng-upgrade internet protokol ke Versi lebih baik dan tujuan konfigurasi IPv6 adalah untuk mengatasi masalah keterbatasan.


Apa perbedaan IPv4 dan IPv6?

Fitur
IPv4: Jumlah alamat menggunakan 32 bit sehingga jumlah alamat unik yang didukung terbatas 4.294.967.296 atau di atas 4 miliar alamat IP saja. NAT mampu untuk sekadar memperlambat habisnya jumlah alamat IPv4, namun pada dasarnya IPv4 hanya menggunakan 32 bit sehingga tidak dapat mengimbangi laju pertumbuhan internet dunia.

IPv6: Menggunakan 128 bit untuk mendukung 3.4 x 10^38 alamat IP yang unik. Jumlah yang masif ini lebih dari cukup untuk menyelesaikan masalah keterbatasan jumlah alamat pada IPv4 secara permanen.

Routing
IPv4: Performa routing menurun seiring dengan membesarnya ukuran tabel routing. Penyebabnya pemeriksaan header MTU di setiap router dan hop switch.

IPv6: Dengan proses routing yang jauh lebih efisien dari pendahulunya, IPv6 memiliki kemampuan untuk mengelola tabel routing yang besar.

Mobilitas
IPv4: Dukungan terhadap mobilitas yang terbatas oleh kemampuan roaming saat beralih dari satu jaringan ke jaringan lain.

IPv6: Memenuhi kebutuhan mobilitas tinggi melalui roaming dari satu jaringan ke jaringan lain dengan tetap terjaganya kelangsungan sambungan. Fitur ini mendukung perkembangan aplikasi-aplikasi.

Keamanan
IPv4: Meski umum digunakan dalam mengamankan jaringan IPv4, header IPsec merupakan fitur tambahan pilihan pada standar IPv4.

IPv6: IPsec dikembangkan sejalan dengan IPv6. Header IPsec menjadi fitur wajib dalam standar implementasi IPv6.

Ukuran header
IPv4: Ukuran header dasar 20 oktet ditambah ukuran header options yang dapat bervariasi.

IPv6: Ukuran header tetap 40 oktet. Sejumlah header pada IPv4 seperti Identification, Flags, Fragment offset, Header Checksum dan Padding telah dimodifikasi.

Header checksum
IPv4: Terdapat header checksum yang diperiksa oleh setiap switch (perangkat lapis ke 3), sehingga menambah delay.

IPv6: Proses checksum tidak dilakukan di tingkat header, melainkan secara end-to-end. Header IPsec telah menjamin keamanan yang memadai

Fragmentasi
IPv4: Dilakukan di setiap hop yang melambatkan performa router. Proses menjadi lebih lama lagi apabila ukuran paket data melampaui Maximum Transmission Unit (MTU) paket dipecah-pecah sebelum disatukan kembali di tempat tujuan.

IPv6: Hanya dilakukan oleh host yang mengirimkan paket data. Di samping itu, terdapat fitur MTU discovery yang menentukan fragmentasi yang lebih tepat menyesuaikan dengan nilai MTU terkecil yang terdapat dalam sebuah jaringan dari ujung ke ujung.

Configuration
IPv4: Ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara manual.

IPv6: Memiliki fitur stateless auto configuration dimana ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara otomatis.

Kualitas Layanan
IPv4: Memakai mekanisme best effort untuk tanpa membedakan kebutuhan.

IPv6: Memakai mekanisme best level of effort yang memastikan kualitas layanan. Header traffic class menentukan prioritas pengiriman paket data berdasarkan kebutuhan akan kecepatan tinggi atau tingkat latency tinggi.

Baca juga : 5 Aplikasi Perekam Desktop Komputer Terbaik untuk Windows


Dengan demikian artikel mengenai IP Address (Internet Protocol Address), semoga bermanfaat.

sumber :
http://www.meretas.com/pengertian-dan-cara-setting-ip-address/
https://www.levatra.com/2016/09/pengertian-dan-perbedaan-ipv4-dengan-ipv6.html?m=0
https://inet.detik.com/cyberlife/d-1374132/apa-perbedaan-ipv4-dan-ipv6